>
>
>
Pasien kanker paru-paru bagaimana menghindari radiasi pneumonitis?

 Kanker paru-paru, pneumonia, perawatan Kanker Paru

  Radioterapi kanker paru-paru merupakan sarana penting dari terapi adjuvant, tetapi radiasi dalam membunuh sel kanker, tetapi juga akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel normal tubuh, sehingga komplikasi serius setelah perawatan. Radiasi pneumonitis (Radiasi Peumonitis, RP) setelah radioterapi kanker paru-paru adalah komplikasi yang lebih umum dan serius serta membahayakan. Ini tidak hanya membatasi pelaksanaan pengobatan, tetapi juga mengurangi khasiat dan kualitas hidup. Oleh karena itu, bagaimana mencegah dan mengurangi timbulnya pengobatan kanker paru-paru radiasi pneumonitis merupakan bagian penting dari proses.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou interpretasi radiologi, terjadi pneumonitis radiasi karena kanker paru-paru setelah terapi radiasi, bidang radiasi dalam kerusakan jaringan paru-paru normal yang disebabkan oleh peradangan. Gejala utama batuk, nyeri dada, sesak napas, demam, dan kesulitan bernapas yang parah. Terjadinya pneumonitis radiasi, keparahan dan metode radiologi, dosis radiasi, daerah radiasi, tingkat radiasi yang erat kaitannya. Pengobatan harus dikontrol secara ketat sesuai dosis radiasi, ukuran dan kecepatan. Selain itu, juga harus memperkuat intervensi keperawatan:

  1. Jaga lingkungan lingkungan bersih seminggu sekali, desinfeksi ultraviolet, jendela ventilasi setiap pagi dan sore selama 30 menit. Jam kunjungan dan jumlah kontrol untuk mengurangi debu udara dan kebisingan ruangan. Mencegah pilek, mencegah radiasi pneumonitis.

  2. Meningkatkan kapasitas paru-paru dan latihan fungsi paru, mengurangi komplikasi paru.

  3. Batuk efektif membimbing pasien untuk memandu pasien duduk atau posisi semi-telentang, ambil napas dalam-dalam setelah napas, dan kemudian dipaksa untuk melakukan batuk, dahak untuk menjaga jalan napas terbuka.

  4. Membantu dahak. Perawat menggunakan inhalasi, postural drainase, perkusi dan cara-cara lain untuk membantu pasien kembali dahak.

  5. Setelah radiasi telah muncul untuk pasien dengan pneumonitis radiasi, terapi radiasi harus dihentikan, memberikan tinggi kalori, protein tinggi, pola makan dicerna. Demam tinggi diberi pendingin, obat batuk berat fisik atau obat-obatan yang tersedia.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.

Teknologi & Fasilitas
Terapi Intervensi, Membuat Tumor Saya Hampir Menghilang

Aoi Tokhongmuang adalah seorang pasien asal Thailand, ia terd..

Penanaman Biji Partikel + Intervensi, Buat Saya Berani Hadapi Kanker Payudara

Sam Yit Sim adalah seorang pasien kanker payudara yang berasa..

Menghadapi Ketakutan, Pasien Kanker Paru Stadium Akhir Mendapatkan Kembali Kehidupannya

Wu Yirui adalah seorang pasien kanker paru stadium 4 asal Kam..

  • 0812 97897859,
    0812 86165200,
    0852 11194878,
    0813 81837924,
    087 886640740,
    08777 1114643,
    08777 6603012,
    0877 51427930
JAKARTA OFFICE
Menara Citicon, Lt 11 Blok C, Jl. Letjen S.Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410
SURABAYA OFFICE
Sinarmas Land Plaza (Ex.Wisma BII), Lt 7 No.706, Jl Pemuda No. 60-70, Surabaya 60271
MEDAN OFFICE
Kompleks Multatuli Indah, Jalan H.Misbah Blok CC-21,Medan 20151.
  1. D02FD4E3
  2. 7E9E643F
  3. 53558243
  4. 53558243