>
>
Heidi: Pertempuran Payudara

  Pasien: Heidi

  Umur: 39 tahun

  Kebangsaan: Surabaya, Indonesia

  Diagnosis: kanker payudara stadiumⅠ

       Pengobatan: modifikasi mastektomi radikal rekonstruksi payudara, intervensi kemoterapi

modifikasi mastektomi radikal,rekonstruksi payudara,Modern Cancer Hospital Guangzhou

  "Sekarang orang tidak melihat saya seperti pernah memotong payudara, bahkan tampaknya lebih indah dari sebelumnya." Heidi dengan senang menunjuk ke dadanya, mengatakan: "Untungnya suami saya membantu saya membuat keputusan ini, tidak hanya membuat saya untuk hidup semakin lama, tetapi payudara saya terlihat tidak ada perbedaan dari sebelumnya. "

  Ini adalah kata-kata pertama Heidi ketika melihat kami. Heidi merupakan pasien dari Surabaya, Indonesia, pada tahun 2009, ketika ia menderita kanker payudara. Setelah pengobatan mastektomi payudara langsung, rekonstruksi dimodifikasi radikal, kondisinya masih di bawah kontrol, dan sekarang dia masih terlihat menarik. Tapi berbicara tentang pengalaman kanker yang dideritanya, dia masih takut membicarakan nya berlama-lama.

  Pemeriksaan Benjolan Payudara

  Suatu hari di bulan Maret 2009, saya tiba-tiba menemukan bahwa payudara kiri saya ada benjolan seukuran kacang kedelai, pikiran saya langsung teringat akan nenek saya yang menderita akibat kanker payudara, dan saat menerima kemoterapi ia merasa sakit, dan jantung saya langsung berdegup kencang. Keesokan harinya, saya dengan hati gelisah pergi ke rumah sakit. Setelah mendapatkan hasil, dokter mengatakan kepada saya bahwa saya mungkin menderita dari kanker payudara, dan akan memerlukan operasi pengangkatan. Saya merasa dunia seperti akan runtuh, apa yang dokter katakana setelah itu, saya tidak mendengarnya. Saat kembali ke rumah, saya tidak berani mengatakan kepada suami dan anak saya, saya hanya diam dan menguraikan air mata, meratapi nasib. Tapi perilaku saya yang tidak biasa membuat suami saya menyadarinya.

  Setelah membaca laporan hasil pemeriksaan, suami saya dengan erat memeluk saya, dan menghibur, mengatakan: "Ada saya disini, jangan khawatir, saya akan selalu bersama kamu, dan besok kita akan pergi periksa." Pada saat itu saya merasakan kehangatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk suami, anak-anak dan semua orang yang peduli padaku, aku memutuskan memiliki keberanian untuk menghadapi itu semua.

  Malam itu, suami saya banyak mencari buku mengenai kanker payudara, juga mencari banyak informasi di website. Akhirnya, ia membantu saya melalui internet membuat janji di kantor Modern Cancer Hospital Guangzhou di Jakarta dengan dokter yang baik. Dokter mengatakan: "Kemungkinan memang kanker payudara, namun tidak perlu terlalu khawatir, efek pengobatan kanker payudara sekarang ini tidak perlu dengan kehilangan payudara." Mendengar kalimat ini saya melihat secercah harapan, dan saya memutuskan untuk pergi melakukan pengobatan ke Guangzhou.

  Pertempuran Payudara

  Meskipun staf kantor Jakarta mengatakan kepada saya, Anda tidak akan kehilangan payudara, tapi saya masih khawatir, jadi ketika ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, bertemu dengan direktur Xin Wang, yang pertama saya tanyakan adalah: "Apa resiko dari kanker payudara?? Apakah payudara saya akan tetap seperti semula?”. Profesor Wang tersenyum dan menjawab:”Saya sudah pernah melihat catatan medis Anda, dan jika setelah dibiopsi didiagnosis kanker payudara, dapat segera diubah dengan rekonstruksi payudara mastektomi radikal daur ulang dan setelah itu payudara akan seperti normal." Ini adalah jawaban yang sangat menenangkan hati saya.

  Sehari setelah masuk, dokter melakukan pemeriksaan yang komprehensif untuk operasi saya, dan membiarkan saya pilih jenis prostesis implan. Semuanya sudah siap, pagi hari di hari keempat, saya dibawa ke ruang operasi, ada Profesor Wang Xin dan petugas pribadi dokter bedah. "Heidi, benjolan nya sangat halus, sekarang akan dilakukan tindakan." kata Profesor Wang.

  Setengah jam kemudian, empat puluh menit kemudian, jarum menit diam-diam menemani saya. "Heidi, hasilnya sudah keluar, benjolan tersebut ganas, bukan lesi jaringan sekitarnya, dan kami harus segera lakukan tindakan selanjutnya." kata Profesor Wang dengan tenang. Saya dari awal sudah memiliki firasat mengenai hasil ini, sehingga saya tidak panik, tapi hati saya merasa sangat sedih, ingin menangis dan ingin memejamkan mata.

  Tiga hari pertama setelah operasi, Profesor Wang memeriksa luka saya, dan kemudian mengatakan kepada saya: "Penyembuhan luka berjalan dengan baik, Anda bisa keluar dari tempat tidur." Suami saya tidak sabar untuk membantu saya melihat cermin. Saya memandangi diri sendiri di cermin, saya berkata: "Ini luar biasa, saya tidak pernah kehilangan payudara saya, bahkan ini terlihat lebih baik dari sebelumnya."

  Cinta, membuat saya penuh percaya diri akan masa depan

  Kanker payudara telah benar-benar hilang, tapi Profesor Wang mengatakan kepada saya bahwa kita perlu melakukan kemoterapi pasca operasi intervensi, karena intervensi kemoterapi dapat membunuh sel-sel kecil, dapat mengurangi tingkat kekambuhan dan membantu memperpanjang kelangsungan hidup. Karena terpikir nenek saya yang muntah setelah kemoterapi, saya ragu-ragu, kemudian berbalik dan melihat bahwa saya dapat mengandalkan anak dan suami saya, akhirnya saya setuju, karena saya ingin berpartisipasi dalam proses penyembuhan saya. Kemudian, ketakutan saya terbukti tidak ada gunanya. Kemoterapi selama 10 hari, tidak ada punya perasaan tidak nyaman, tidak ada rambut rontok, itu membuat saya merasa baik. Suami menatap saya, dan satu hari itu menjadi lebih baik, saya juga sangat senang untuk memasak setiap hari, saya ingin makan. Anak saya mulai menjadi kuat, dari awal mereka menghindari melihat intubasi tubuh saya, namun perlahan-lahan mereka mulai menerima. Setiap kali, rumah sakit menyelenggarakan acara atau kegiatan belanja, anak saya akan mendaftarkan nama saya. Kemudian menarik tangan saya dan berkata: "Ma, aku akan mengajakmu keluar untuk bermain"

  Setelah empat tahun berlalu, sekarang saya telah benar-benar hidup normal, dan juga kembali ke pekerjaan saya sebagai guru tercinta. Kepedulian anak-anak dan suami saya, membuat hidup saya penuh keyakinan. Dokter dari Modern Cancer Hospital Guangzhou rutin melakukan pemeriksaan, jadi saya tidak takut kanker lagi.

45
  • Modern Cancer Hospital Guangzhou
  • Rumah Sakit Modern Guangzhou adalah lembaga dibawah grup medis BO AI.

    45
  • Bo Ai Medical Group Biggest Medical Investment Group of China
  • Grup medis BOAI adalah kelompok perusahaan modern besar, investasi medis,

    • 45
      Gejala Kanker
      Memahami gejala kanker, Waspadai Penyakit Pada Tubuh Anda
    • 45
      Deteksi dan Diagnosis
      Menyediakan metode pemeriksaan untuk membantu mengidentifikasi jenis kanker.
    • 45
      Pengobatan Kanker
      Mencari teknologi pengobatan terbaik untuk membantu mengendalikan kanker.
    • 45
      Penderita Kanker
      Memahami pasien kanker selama masa pengobatan dan masalah pasca perawatan.
    • 081297897859
    • 085211194878
    • 081286165200
    • 087854162688
    Jakarta Office
    Menara Citicon, lantai 11 Blok C2.Jalan Letjen S.Parman Kav 72,Slipi-Jakarta Barat
    Surabaya Office
    Wisma BII Lt.7 no.715 Jalan Pemuda no 60-70 Surabaya
    Medan Office
    Kompleks Multatuli Indah Blok BB 50 Medan Sumatera Utara 20151
    1. 7DCDB770
    2. 7E9E643F
    3. 53558243
    4. 53558243
    Tim ahli
    doctor
    Ahli medis dari berbagai departemen menggabungkan berbagai jenis pengobatan
    Tim ahli yang berpengalaman, berdasarkan kondisi dari pasien, menggabungkan metode pengobatan, berbagai pengobatan penunjang, membantu penderita memperpanjang harapan hidup, mengurangi penderitaan, dan meningkatkan kualitas hidup.[Baca selengkapnya]
    Liao Jianfu : Melewati Kegelapan, Menemukan Cahaya

    Pada Januari 2015 pasien kanker lambung asal Indonesia – Li..

    Kepercayaan dan Kesabaran, Bantu Saya Melawan Kanker

    Setelah menjalani Intervensi di Modern Cancer Hospital Guangz..

    Pasien Diabetes: Saya Percaya Saya Sudah Dekat Dengan Kesembuhan

    Mr.Su, pasien diabetes yang berasal dari Surabaya, Indonesia,..