>
>
TJHAI SOE DJI : Terapi Komprehensif Minimal Invasif Menjauhkan Saya Dari Derita Operasi

Kanker serviks, Modern Cancer Hospital Guangzhou, Terapi Komprehensif Minimal Invasif, Intervensi, Imunoterapi

  TJHAI SOE DJI

  “Percaya dengan dokter dan teknologi di sini. Optimis menjalani pengobatan, bukannya malah membuang waktu untuk memilih rumah sakit. Ini merupakan kunci pengobatan kanker,” dalam sebuah wawancara, Tjhai Soe Dji, seorang pasien kanker serviks asal Jakarta membagikan pengalaman suksesnya dalam melawan kanker.

  Menurut dokter yang menangani Tjhai Soe Dji, tumor dalam tubuh Tjhai Soe Dji telah hilang sepenuhnya. Beberapa hari lagi ia sudah diperbolehkan keluar rumah sakit. Ia hanya butuh kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin. Keinginan terbesar Tjhai Soe Dji adalah agar ia dapat keluar untuk berjalan-jalan. Setelah keluar rumah sakit, targetnya dan sang suami adalah menyambut saat-saat berwisata yang indah.

  Enam tahun yang lalu, Tjhai Soe Dji tidak pernah menyangka, ia akan sembuh suatu hari. Pada Juni 2009, Tjhai Soe Dji mengalami sakit perut akut yang memaksanya melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan yang menunjukkan “kanker serviks stadium 4” membuatnya dan keluarga jatuh dalam keputusasaan, “Saat itu suami dan kakak perempuan saya menangis. Karena kita semua tahu bahwa ini adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, dan seakan-akan yang berikutnya harus dihadapi adalah kematian yang menakutkan.” Mengingat saat-saat awalnya terdiagnosa kanker, Tjhai Soe Dji pun meneteskan air matanya. Meskipun sempat putus asa, tetapi keluarganya masih berusaha mencari metode pengobatan terbaik. Karena takut terhadap operasi dan risiko pasca operasi, Tjhai Soe Dji dan keluarga menolak saran dokter setempat, kemudian ia pergi ke Singapura dan Malaysia untuk melakukan pengobatan. Pada sebuah ketidaksengajaan, suami Tjhai Soe Dji mengetahui Modern Cancer Hospital Guangzhou dari sebuah koran, “Di Koran tertulis, Terapi Komprehensif Minimal Invasif tanpa operasi, luka kecil dan minim efek samping. Jadi saya memutuskan untuk langsung pergi ke Modern Cancer Hospital Guangzhou dan melakukan pengobatan.” Tjhai Soe Dji menjelaskan alasannya memilih Modern Cancer Hospital Guangzhou secara singkat. Tanpa ragu, Tjhai Soe Dji didampingi sang suami berangkat ke Modern Cancer Hospital Guangzhou.

  Memang awalnya ia cenderung tergesa-gesa saat memilih, tetapi proses pengobatan di Modern Cancer Hospital Guangzhou sama sekali tidak membuat Tjhai Soe Dji kecewa.

  Pada 17 Desember 2009, pasangan suami istri ini tiba di Modern Cancer Hospital Guangzhou, “Pertama kali datang ke sini, kondisi fisik saya sangat buruk, berjalan beberapa langkah saja sudah membuat saya lelah, saya tidak bisa makan, keluar pun harus mengandalkan kursi roda,” kata Tjhai Soe Dji. Sejak tahun 2009 hingga sekarang, Tjhai Soe Dji telah menjalani pengobatan selama lebih dari 5 tahun. Setelah menjalani Intervensi, Imunoterapi, Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat, serta Terapi Minimal Invasif lainnya, tubuhnya telah pulih, beberapa hasil pemeriksaan terakhir tidak menunjukkan adanya kekambuhan dan metastasis, tumor dalam tubuhnya pun kini telah hilang.

  Meskipun Tjhai Soe Dji terlihat tenang saat menceritakan proses pengobatan ini, tetapi dokter yang menanganinya sejak awal tahu, pengobatan awal Tjhai Soe Dji tidak membuahkan hasil. Setelah menjalani pengobatan pertama, kondisi Tjhai Soe Dji sempat memburuk. Ketika ditanya, mengapa masih bersikeras untuk melakukan pengobatan, jawabannya sangat sederhana, “Karena saya percaya pada dokter dan teknologi di sini. Saya rasa, hal ini wajar saja terjadi dalam sebuah proses pengobatan. Pergi ke rumah sakit lain malah akan menunda waktu, jadi sebaiknya saya memilih satu rumah sakit dan menjalani pengobatan dengan tenang.” Selama 5 tahun menjalani pengobatan, Tjhai Soe Dji tidak hanya memiliki percaya pada teknologi pengobatan, pelayanan yang baik dari dokter dan perawat juga meninggalkan kesan mendalam untuknya, “Pelayanan para dokter dan perawat di sini sangat teliti, saya menerima setiap saran pengobatan dari mereka, dan sekarang saya pulih dengan sangat baik,” ucap Tjhai Soe Dji sambil tersenyum. Dalam menghadapi kanker, Tjhai Soe Dji tetap optimis dan tenang. Ia pun menyebarkan rasa optimisnya ke pasien kanker lain.

45
  • Modern Cancer Hospital Guangzhou
  • Rumah Sakit Modern Guangzhou adalah lembaga dibawah grup medis BO AI.

    45
  • Bo Ai Medical Group Biggest Medical Investment Group of China
  • Grup medis BOAI adalah kelompok perusahaan modern besar, investasi medis,

    • 45
      Gejala Kanker
      Memahami gejala kanker, Waspadai Penyakit Pada Tubuh Anda
    • 45
      Deteksi dan Diagnosis
      Menyediakan metode pemeriksaan untuk membantu mengidentifikasi jenis kanker.
    • 45
      Pengobatan Kanker
      Mencari teknologi pengobatan terbaik untuk membantu mengendalikan kanker.
    • 45
      Penderita Kanker
      Memahami pasien kanker selama masa pengobatan dan masalah pasca perawatan.
    • 081297897859
    • 085211194878
    • 081286165200
    • 087854162688
    Jakarta Office
    Menara Citicon, lantai 11 Blok C2.Jalan Letjen S.Parman Kav 72,Slipi-Jakarta Barat
    Surabaya Office
    Wisma BII Lt.7 no.715 Jalan Pemuda no 60-70 Surabaya
    Medan Office
    Kompleks Multatuli Indah Blok BB 50 Medan Sumatera Utara 20151
    1. 7DCDB770
    2. 7E9E643F
    3. 53558243
    4. 53558243
    Tim ahli
    doctor
    Ahli medis dari berbagai departemen menggabungkan berbagai jenis pengobatan
    Tim ahli yang berpengalaman, berdasarkan kondisi dari pasien, menggabungkan metode pengobatan, berbagai pengobatan penunjang, membantu penderita memperpanjang harapan hidup, mengurangi penderitaan, dan meningkatkan kualitas hidup.[Baca selengkapnya]
    Liao Jianfu : Melewati Kegelapan, Menemukan Cahaya

    Pada Januari 2015 pasien kanker lambung asal Indonesia – Li..

    Kepercayaan dan Kesabaran, Bantu Saya Melawan Kanker

    Setelah menjalani Intervensi di Modern Cancer Hospital Guangz..

    Pasien Diabetes: Saya Percaya Saya Sudah Dekat Dengan Kesembuhan

    Mr.Su, pasien diabetes yang berasal dari Surabaya, Indonesia,..