Intervensi Membuat Kanker Nasofaring Stadium IV Tidak Menakutkan Lagi

Kanker nasofaring, gejala kanker nasofaring, pengobatan kanker nasofaring, teknologi minimal invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Anni Ibriah

  Agustus 2017, ketika Anni Ibriah mendapatkan hasil medis terbaru dari dokter yang menanganinya, ia dan keluarga sangat senang. Hasil CT-scan menunjukkan tumor di belakang telinga dan di hidung Anni sudah menghilang, tidak ada tanda-tanda kekambuhan. November 2014, pasien asal kota Surabaya Indonesia Anni Ibriah karena kanker nasofaring stadium IV, ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani Intervensi. Setelah 3 tahun, saat ini kondisinya sangat stabil, kondisi fisiknya sangat baik, sehingga orang lain tidak tahu bahwal ia pada 3 tahun yang lalu adalah seorang pasien penderita kanker nasofaring stadium IV.

  Tinnitus, Hidung Tersumbat? Terdiagnosa Kanker Nasofaring Stadium III

  September 2014, Anni Ibriah mengalami tinnitus, lubang hidung kiri tersumbat dan gejala lainnya, awalnya ia mengira hanya flu biasa, tetapi setelah lewat beberapa waktu gejala ini tidak kunjung sembuh, dokter spesialis THT di Indonesia memberitahu bahwa tidak ada kendala besar, hanya memberikannya vitamin.

    Tadinya mengira hanya sebuah cerita dalam kehidupan, tetapi semuanya baru saja dimulai!

  Tidak lama kemudian, Anni Ibriah merasa kedua lubang hidungnya sudah tersumbat, ia merasa semakin sulit untuk bernafas. Tinnitus yang begitu parah mengganggu aktivitas dan kehidupannya sehari-hari, terutama tengah malam, kuping terasa seperti ada lonceng berbunyi, sangat berisik sehingga ia sulit untuk tidur. Hal yang lebih menakutkan, Anni Ibriah menyadari di kuping belakangnya terdapat sebuah benjolan yang sangat keras, tanda-tanda yang buruk ini membuatnya menyadari ada masalah serius. Namun hal yang paling ia takutkan telah terjadi : di rumah sakit terbesar di Indonesia, Anni Ibriah didiagnosa kanker nasofaring stadium III.

  Awalnya kabar menakutkan ini membuatnya sangat terpukul, bahkan ia meragukan keaslian dari hasil medis tersebut. Tetapi ketika ia mendapatkan hasil medis yang sama dari rumah sakit lain dengan diagnosa yang sama, dengan rasa optimis Anni Ibriah memutuskan untuk menerima kenyataan, “Demi keluarga, aku tidak boleh menyerah!” Anni Ibriah menghibur diri dan berdoa, dan juga sambil mencari metode pengobatan kanker.

Kanker nasofaring, gejala kanker nasofaring, pengobatan kanker nasofaring, teknologi minimal invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

ANNI IBRIAH 3 tahun lalu

    Pergi Ke Luar Negeri Untuk Mengobati Kanker Nasofaring : Saya Menolak Kemoterapi

  Di Indonesia, ditemani sang suami, Anni Ibriah pergi mencari berbagai rumah sakit kanker yang terbaik, tetapi hasilnya membuat ia sangat kecewa, hampir semua dokter menyarankannya untuk segera menjalani kemoterapi dan radioterapi. Ketika ia mengetahui efek samping dari kemoterapi yang bisa menyebabkan muntah, kerontokkan, lemah tubuh dan gejala lainnya, ia dan suami dengan tegas menolak.

  Sangat beruntung, Anni Ibriah dan suaminya mendapat informasi dari internet mengenai St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Anni Ibriah dan suami berdasarkan informasi yang ia dapat dari internet datang ke kantor perwakilan yang ada di Jakarta. “Di sana ada Ahli Onkologi yang memberikan saya konsultasi gratis, setelah saya mengetahui biaya pengobatan dan teknologi di Guangzhou, saya dan keluarga memutuskan keluar negri untuk mengobati kanker,” kata Anni Ibriah.

  November 2011, Anni Ibriah ditemani keluarga untuk pertama kalinya datang ke rumah sakit, hasil medis membuat ia dan keluarga sangat kaget : waktu belum sampai 2 bulan, kanker nasofaring stadium III Anni Ibriah memasuki stadium IV!

Kanker nasofaring, gejala kanker nasofaring, pengobatan kanker nasofaring, teknologi minimal invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Anni Ibriah dan suami

  Intervensi Membuat Saya Terlepas Dari Penderitaan Kemoterapi

  Menurut kondisi penyakit Anni Ibriah, St. Stamford Modern Cancer Hospital segera menghubungi Imaging Department, Invasive technology department, Ahli Onkologi, dan lebih dari sepuluh department onkologi lainnya mengadakan konferensi, dan pada akhirnya memutuskan menggunakan Intervensi untuk Anni Ibriah.

  “Setelah 3 hari masuk rumah sakit, saya menjalani Intervensi pertama, berbeda dengan operasi di Indonesia, proses Intervensi kurang lebih selesai dalam 1 jam, dan dalam proses pengobatan menggunakan bius lokal, karena itu saya sangat sadar, bahkan dapat merasakan ketika obat mengalir dari pangkal paha masuk ke dalam tubuh saya, dalam prosese pengobatan saya tidak merasakan hal yang tidak nyaman,” jelas Anni Ibriah dengan semangat.

  Hal yang sangat ajaib, setelah menjalani Intervensi pertama, gejala tinnitus dan hidung tersumbat yang dialami Anni Ibriah langsung menghilang, benjolan yang tadinya sangat keras mulai melunak, dan juga mengecil, hal ini membuat Anni Ibriah yang tadinya sangat gugup dan kecewa mulai merasa tenang. Sampai pada Intervensi ke 2, Anni Ibriah tidak lagi gugup dan takut, ia hanya dengan tenang menjalani pengobatan dan dengan hati yang gembira menunggu sampai pengobatan terakhir selesai.

  Tentu hasilnya tidak mengecewakan ia dan keluarga. Januari 2015, setelah Anni Ibriah menjalani Intervensi ke-2, hasil CT scan menunjukkan sel tumornya telah mati, saat ini hanya membutuhkan untuk check up rutin. “Saat itu gejala hidung saya yang tersumbat dan tinnitus semua sudah menghilang, saya hampir tidak bisa meraba benjolan yang ada di belakang telinga saya,” kata Anni Ibriah dengan senang.

  Di Sini, Saya Merasakan Kehangatan Keluarga

  Meskipun sudah lewat 3 tahun, tetapi saat balik lagi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, saya tidak merasa asing lagi di sini. “Kamar di sini yang luas dan cerah, para perawat yang sangat antusias dan ceria, satu hal yang sangat penting adalah daerah sekitar sini sangat mudah mendapatkan bahan-bahan makanan segar, saya dapat dengan bebas dan memasak makanan yang saya suka, bahkan di hari ulang tahun, saya mendapat kejutan kue ulang tahun yang sudah di siapkan oleh suster dari rumah sakit untuk saya, hal ini membuat saya merasakan kenyamanan sebuah keluarga.” Mengungkit suasana rumah sakit, Anni Ibriah tidak berhenti memuji rumah sakit, dengan raut wajah yang tersenyum.

  “Jangan menyerah, berjuangan dalam pengobatan, perhatikan pola hidup dan pola makan yang baik, percayalah penyakit itu akan sembuh!” Sebelum keluar rumah sakit, Anni Ibriah tidak lupa untuk memberikan semangat kepada pasien lain, marilah kita semua mendoakan dia, dan berharap kita semua dapat segera memenangkan penyakit kanker itu!

Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.

Teknologi & Fasilitas
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Medan
Menara Citicon, Lt 11 Blok C, Jl. Letjen S.Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410
Sinarmas Land Plaza (Ex.Wisma BII), Lt 7 No.706, Jl Pemuda No. 60-70, Surabaya 60271
Kompleks Multatuli Indah, Jalan H.Misbah Blok CC-21,Medan 20151.
  • 081297897859
  • 085211194878
  • 081286165200
  • 087854162688
  1. 7D4CC79A
  2. 7D692959
  3. D8BE569A
  4. D7EEECO2