“Vonis Mati” Dari Australia Diubah Oleh Guangzhou —— Seorang Ibu Mendapatkan Kehidupan Baru Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

kanker serviks, Emily, pengobatan kanker serviks, Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  ‘nope, go home and die’.

  Desember 2016, seorang ibu kanker berusia 30 tahun asal Australia -- Emily Woodman menerima “vonis mati” yang mengecewakan dari dokter setempat, ketika dokter Onkologi terkenal di Australia memberitahukan kalau hidupnya “hanya tersisa 1 tahun”, Emily merasa dunianya telah hancur, hal ini berarti anak perempuannya yang berusia 4 tahun akan kehilangan seorang ibu ; suami tercinta akan kehilangan seorang istri; bahkan kemungkinan ia tidak dapat mendengarkan lagu natal mendatang…

  Salah Diagnosa Menyebabkan Kanker Serviks Stadium Awal Memburuk Hingga Stadium Akhir

  Tahun 2014, Emily Woodman didiagnosa kanker serviks stadium 1 oleh rumah sakit di Australia, ia mendengarkan saran dokter untuk menjalani operasi reseksi tumor serviks, rahim dan kedua tuba falopi. Tadinya ia berpikir setelah menjalani operasi semuanya akan berakhir, siapa sangka ternyata cobaan ini baru saja dimulai, bulan September 2016, Emily Woodman mulai mengalami batuk terus menerus, bahkan didiagnosa kanker serviks stadium 4B yang sudah menyebar ke paru kiri bawah, dengan ukuran tumor 7*5cm, dan dua lainnya sedikit lebih kecil, sekitar 3cm. Selain merasa terpukul, hal yang paling membuat Emily Woodman dan keluarga marah adalah, pada tahun 2014 dokter yang menangani operasinya sudah menemukan terdapat benjolan kecil di bagian parunya, tetapi karena kelalaian dokter tidak terlalu memperhatikan, dan menyembunyikan hal tersebut. “Kondisi penyakit dan fisik kamu tidak dapat menjalani operasi dan kemoterapi apapun, tidak ada pengobatan klinis apapun, sebaiknya kamu pulang dan nikmati hidupmu yang tidak lama lagi.” Setelah hasil medis keluar, dokter di Australia mengatakan hal ini kepada Emily Woodman. Setelah Emily berkonsultasi dengan dokter Onkologi yang lain di Australia dan mendapatkan jawaban yang sama, ia merasakan dunia ini runtuh.

kanker serviks, Emily, pengobatan kanker serviks, Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Pengobatan Minimal Invasif mengubah “vonis mati”

  Emily tidak puas, ia tidak ingin hidupnya berakhir, ia juga tidak ingin meninggalkan suaminya Mark dan anaknya Charlotte yang baru berusia 4 tahun. “Bagi saya, pernyataan dokter tersebut sangat tidak adil, saya tidak bersedia menunggu, dan tidak bersedia melawan, sebab itu saya mulai mencari pengobatan di luar Australia,” kata Emily Woodman.

  Awal masuk rumah sakit, kondisi Emily sangat lemah, ia batuk terus menerus, tidak dapat berjalan, tidak dapat berbaring, dan paru-parunya dipenuhi oleh cairan sehingga sulit untuk bernafas. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, pertama dokter membantunya untuk mengeluarkan cairan di parunya sebanyak 3L, setelah itu ia menjalani metode Intervensi yang langsung ditujukan ke pusat tumor. Tumor mati secara perlahan, kondisi fisiknya membaik secara signifikan, bukan hanya tidak batuk lagi, tetapi energinya juga sudah normal kembali, ia dapat bergerak dengan normal, berjalan tanpa merasa lelah. Emily juga menjalani Cryosurgery, ia mengatakan Cryosurgery sangat ajaib, 4 hari setelah menjalani pengobatan, tumor yang telah mati tersebut keluar melalui batuk. Sampai saat ini, ia telah menjalani 3 kali Intervensi dan 2 kali Cryosurgery, hasil pemeriksaan medis terakhir menunjukkan, ketiga tumor di bagian paru tersebut telah mengecil, salah satu tumor terbesar yang berukuran 7cm telah mengecil hingga 3cm. “Sungguh ajaib, gejala saya membaik pada saat saya menjalani pengobatan pertama. Saat ini hasil pemeriksaan darah saya semuanya normal,” ujar Emily senang. Emily juga mengaku kepada dokter di Australia -- Dr Manuela Boyle mengenai pengobatan di rumah sakit China “sangat efektif dan menakjubkan”. Ia mengatakan, “Dokter China telah menarik kembali Emily dari kematian!”

  Sharing Mengenai Keajaiban Melawan Kanker, Membagikan Harapan Melawan Kanker



  Berhasil melawan kematian, Emily tidak lupa untuk memberikan semangat kepada pasien kanker lainnya, di Facebook ia menceritakan perjalanannya di China, kisahnya mengalahkan penyakit. Tanggal 25 September 2017, situs berita Australia (News.com.au) dan koran terkenal (Dayoo), berita Inggris DailyMail.com, Net Ease, Sohu, Sina, IFeng dan media luar negeri terkenal lainnya pun ikut membagikan kisahnya, sebuah artikel “Aussies turning to China for last-ditch medical treatment” membangkitkan harapan banyak pasien kanker, bahkan mendapatkan komentar yang baik dari ahli-ahli medis daerah Barat-Timur.

  Pengobatan medis tidak terbatas, kehidupan tidak membedakan negara, semoga Departemen International Onkologi di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat mendatangkan lebih banyak lagi keajaiban hidup di kemudian hari, menang melawan kanker, mari kita melawan kanker bersama!

Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.

Teknologi & Fasilitas
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Medan
Menara Citicon, Lt 11 Blok C, Jl. Letjen S.Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410
Sinarmas Land Plaza (Ex.Wisma BII), Lt 7 No.706, Jl Pemuda No. 60-70, Surabaya 60271
Kompleks Multatuli Indah, Jalan H.Misbah Blok CC-21,Medan 20151.
  • 081297897859
  • 085211194878
  • 081286165200
  • 087854162688
  1. 7D4CC79A
  2. 7D692959
  3. D8BE569A
  4. D7EEECO2