Kehilangan Kesempatan Operasi, Kemoradioterapi Tidak Lagi Efeketif, Apa Yang Harus Dilakukan Pasien Sinovial Sarkoma Stadium Lanjut?

  “Kalau terkena kanker, jangan menunggu lagi, segera datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.”

Kanker, Pengobatan kanker, Sinovial Sarkoma, Pengobatan Minimal Invasif, Microwave Ablasi (MWA), St. Stamford Modern Cancer Hospital GuangzhouVera

  Sinovial Sakoma adalah tumor ganas yang berasal dari sendi, sinovial, dan jaringan lunak selubung synovial. Gejala antara lain pembengkakan pada bagian tertentu, benjolan, nyeri, dan akhirnya keterbatasan aktifitas. Pengobatan yang umum dilakukan adalah Operasi. Namun, bagi pasien stadium lanjut yang mana tumor telah menyebar ke banyak bagian, Operasi tidak lagi berarti. Lalu harus bagaimana? Dr. Ma Xiaoying dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou beranggapan, melalui pengobatan kombinasi Minimal Invasif yang efektif, kondisi pasien-pasien ini dapat dikontrol, selain itu metode pengobatan ini juga dapat memperpanjang kesempatan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  Vera adalah seorang pasien Sinovial Sarkoma stadium lanjut asal Kanada. Meskipun telah menjalani Operasi di Kanada, namun hasil yang didapat tidak efektif. Tumornya kambuh berkali-kali, dokter juga telah angkat tangan. Sebagai seorang ibu, tanggung jawab dan keinginan untuk hidup membuatnya tidak menyerah sampai di sini, akhirnya ia memilih kombinasi pengobatan Minimal Invasif dan berhasil lolos dari bahaya, di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ia mendapatkan hidup baru.

  Tumornya Bagaikan Rumput Liar, Setelah Diangkat Lalu Tumbuh Kembali

  Vera saat ini berusia 70 tahun. Saat berusia 40 tahun, muncul benjolan sebesar kacang kedelai di leher kirinya. Namun karena sibuk bekerja dan mengurus keluarga, Vera tidak terlalu memperhatikannya. 12 tahun kemudian benjolan ini bertambah besar, dan dokter mendiagnosanya sebagai Sinovial Sarkoma stadium II. Menuruti saran dari dokter, ia harus menjalani Operasi pengangkatan. Umumnya setelah operasi, pasien akan disarankan untuk menjalani Kemoradioterapi, agar sel kanker tidak mudah kambuh dan menyebar. Namun Kemoradioterapi memiliki efek samping seperti mual, muntah, dan efek samping lain yang membuat pasien menderita.

  Vera menolak untuk menjalani Kemoradioterapi. Namun dalam 18 tahun terakhir, tumornya sudah kambuh 4 kali dan ia sudah menjalani total 3 kali operasi pengangkatan. Pada kekambuhan yang ke-4 kali, tumornya membesar sampai seukuran kubis, dan mengeluarkan darah. Pendarahan yang terlalu banyak saat itu menyebabkan tekanan darahnya merosot hingga membuatnya pingsan. Ia menggambarkan kondisi waktu itu : saat pingsan di lantai, dahi saya luka dan dijahit 12 jahitan. Saat saya sadar, saya melihat lantai penuh darah, seperti layaknya tempat kejadian perkara.” Saat itu dokter mengatakan, “Mohon maaf, kami sudah tidak dapat menangani Anda.”

  Vera memiliki 4 anak. Saat ia berusia 50 tahun, suaminya meninggal karena kanker usus. Kenyataan memaksanya tidak terlarut dalam kesedihan, ia pun mencari cara untuk menyelesaikan kesulitan di depan mata. Lalu Vera menemukan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou di internet. Customer service online saat itu memberitahunya, “Kami memiliki 18 teknologi Minimal Invasif pengobatan kanker yang dapat dipilih.”

Kanker, Pengobatan kanker, Sinovial Sarkoma, Pengobatan Minimal Invasif, Microwave Ablasi (MWA), St. Stamford Modern Cancer Hospital GuangzhouSebelum Pengobatan

  Kombinasi Pengobatan Minimal Invasif Secara Cepat Mengontrol Kondisi Tumor

  Saat tiba di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, tubuh Vera sudah lemah, tumornya sudah berukuran 12x10cm dan disertai dengan pendarahan. Selain itu, kadar albumin Vera sangat rendah dan ia memiliki anemia, sehingga jalannya menjadi tidak seimbang. Terhadap kondisi Vera, tim MDT segera melakukan diskusi. Saat itu kondisinya sudah mencapai stadium lanjut dan disertai dengan penyebaran di kelenjar getah bening, saat itu tidak ada indikasi untuk Operasi, kondisinya juga tidak lagi memungkinkan untuk menjalani Kemoradioterapi, dan kapan saja ia bisa mengalami pendarahan yang dapat membahayakan nyawa. Untuk mengontrol pendarahan yang muncul, tim MDT memutuskan untuk menggunakan kombinasi pengobatan Intervensi Embolisasi.

Kanker, Pengobatan kanker, Sinovial Sarkoma, Pengobatan Minimal Invasif, Microwave Ablasi (MWA), St. Stamford Modern Cancer Hospital GuangzhouSetelah pengobatan, sel kanker mati

  Pengobatan Embolisasi dilakukan di bawah panduan alat DSA, memasukkan kateter ke dalam tubuh pasien, lalu memasukkan obat kemoterapi dosis tinggi langsung ke lokasi lesi secara lokal, di saat bersamaan akan dilakukan penyumbatan pembuluh darah pemberi asupan darah ke tumor, membuat tumor kehilangan asupan darah dan “mati kelaparan”. Menurut pemahaman, agen emboli dapat secara berkelanjutan membawa obat anti-kanker ke dalam tumor, hal ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengobatan tumor. Rumah sakit juga mengkombinasikan pengobatan Vera dengan Microwave Ablasi (MWA). Vera mengungkapkan, selain Microwave Ablasi (MWA) yang memberinya sedikit rasa panas, pengobatan lainnya sangat santai, hampir tidak ada efek samping yang dirasakan.

  Dr. Ma Xiaoying dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjelaskan, setelah menyelesaikan beberapa pengobatan ini, pendarahan pada tumor di leher Vera dengan cepat terkontrol, tumornya mengecil secara signifikan, serta kadar hemoglobin dan albuminnya pun kembali normal. Saat ini Vera sudah dapat hidup dengan mandiri, seperti orang normal lainnya. Dan yang paling penting, ia dapat melanjutkan tugasnya sebagai seorang ibu.

Kanker, Pengobatan kanker, Sinovial Sarkoma, Pengobatan Minimal Invasif, Microwave Ablasi (MWA), St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Sarcoma adalah tumor ganas yang langka. Di dunia, perbandingan angka kejadiannya sekitar 3:100.000. Dan Sinovial Sarkoma hanya menempati 10% dari sarcoma jaringan lunak. Namun karena gejala awal Sinovial Sarkoma tidak terlihat, nyeri sendi dan bengkak yang terjadi sering disalahartikan sebagai radang sendi dan lain-lain, terutama pada kaum muda, kebanyakan dikira sebagai cedera karena olahraga atau sakit tulang saat masa pertumbuhan, sampai saat benjolan berkembang dan nyeri semakin parah barulah pasien melakukan pemeriksaan ke dokter, dan pada fase ini, mayoritas pasien sudah memasuki stadium lanjut dan akhir. Dr. Ma Xiaoying menyarankan, jika Anda menemukan adanya benjolan di sendi, kaki atau leher, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit terkait. Dan jika Anda terdiagnosa Sarkoma, segeralah mencari instansi kesehatan yang berpengalaman untuk melakukan pengobatan. “Operasi radikal pada stadium awal dapat menurunkan risiko kekambuhan pada tumor ini. Namun pada pasien stadium lanjut dan akhir, disarankan untuk mempertimbangkan pengobatan kombinasi Minimal Invasif, Bertarget, serta Kemoradioterapi,” jelas dr. Ma Xiaoying.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.

Teknologi & Fasilitas
Mengapa Memilih Kami?
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Medan
Menara Citicon, Lt 11 Blok C, Jl. Letjen S.Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410
Jl. Raya Dinoyo no 21A, Kel. Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya 60265
Kompleks Multatuli Indah, Jalan H.Misbah Blok CC-21,Medan 20151.
  • 081297897859
  • 085211194878
  • 081286165200
  • 087854162688
  1. 7D4CC79A
  2. 7D692959
  3. D8BE569A
  4. D7EEECO2