Tingkat kasus kanker lambung menempati urutan kedi dunia

Persentase kematian di urutan ke

dianggap sebagai penyakit yang mengancam kesehatan manusia di dunia. Dalam data statistik beberapa tahun terakhir menunjukkan, bahwa pada 950.000 kasus, sekitar 700.000 pasien meninggal karena penyakit ini. Karena 80% pasien kanker lambung tidak mengalami gejala yang jelas, oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan deteksi dan pengobatan dini.

Tanda-tanda munculnya kanker lambung

Gejala klinis kanker lambung stadium awal sering dialami oleh orang dewasa yang berusia 30 tahun ke atas, dan 80% di antaranya berasal dari kalangan usia 40 tahun ke atas, sebagian besarnya memiliki riwayat penyakit lambung atau maag selama bertahun-tahun, yang paling lama mencapai hingga 10 tahun,pada sebagian pasien meskipun mereka tidak memiliki riwayat penyakit lambung, tetapi mereka mengalami gejala seperti perut bagian atas terasa penuh, kehilangan nafsu makan, diare, anemia, kelelahan, tinja berwarna hitam, penurunan berat badan, kesulitan menelan dan gejala lainnya. Ada beberapa pasien yang juga disertai gejala pembengkakan pada perut bagian atas, naiknya asam lambung, bersendawa, mual, muntah dan lain-lain. Lebih dari 7% pasien mengalami rasa sakit ringan di perut bagian atas saat melakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, jika pasien mengalami gejala-gejala di atas, mungkin saja itu merupakan kanker lambung, sebaiknya pasien melakukan pemeriksaan lebih lanjut :

  • Pasien yang berusia diatas 30 tahun mengalami penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, perut tidak nyaman dan gejala lainnya yang tidak berasalan.
  • Muntah darah, tinja berwarna hitam atau darah tinja okultisme positif dan etiologi tidak diketahui.
  • Memiliki riwayat penyakit lambung kronis yang lama, dan mengalami rasa nyeri yang semakin parah atau tidak berkala.
  • Pasien dengan keluhan ulkus, polip lambung, gastritis atrofi, dan penyakit lambung harus melakukan tindak lanjut dengan rutin melakukan pemeriksaan.

Bagaimana kanker lambung bisa terjadi

gastritis Superficial Gastritis Gastritis atrofi Metaplasia usus Kanker lambung gambar

Teknologi baru untuk pengobatan kanker lambung

Terapi Intervensi

1-2mm luka sayatan, akurat membunuh sel kanker

Kemoterapi

Efek samping yang jelas

Mual, kelelahan mental fisik, rambut rontok, jantung berdebar, demam.. Hampir setiap pasien kanker akan mengalami efek samping seperti ini setelah menjalani kemoterapi. Secara klinis ditemukan, memburuknya kondisi penyakit pasien bukan disebabkan karena kankernya sendiri, melainkan karena pengobatan yang tidak ilmiah dan pengobatan bersifat membunuh yang tidak sesuai.

Terapi Photodynamic

Hasil yang cepat, mencegah kekambuhan, komplikasi lebih sedikit

Metode Operasi

Luka besar, mudah terjadi metastasis dan kekambuhan

Sebagai terapi tradisional, kelemahan metode operasi adalah luka yang diakibatkan cenderung besar, meninggalkan bekas luka pada tubuh, pasti ada risiko tertentu. Selain itu operasi juga tidak dapat menuntaskan masalah proliferasi sel-sel kanker, masalah metastasis, penyebaran pasca operasi dan kekambuhan.

Imunisasi Biologi

Mengontrol kekebalan tubuh dalam membunuh tumor

Radiologi

Merusak sistem kekebalan tubuh

Radiologi selain dapat membunuh sel kanker lambung, juga dapat membunuh sel-sel normal pada tubuh, mengakibatkan kerusakan serius pada sistem kekebalan tubuh, melemahkan ketahanan alami, cenderung mempercepat perubahan sel-sel kanker dan kekambuhan.

5 Kelebihan di Modern Cancer Hospital Guangzhou

  • Setelah melalui kerja keras dan eksplorasi selama bertahun-tahun, Modern Cancer Hospital Guangzhou telah mendapatkan pengakuan dari banyak departemen kesehatan nasional dan beberapa asosiasi antikanker, tidak sedikit juga penghargaan yang diraihnya. Oktober 2014, Modern Cancer Hospital Guangzhou berhasil lulus melewati akreditasi pelayanan medis dan manajemen medis tertinggi di dunia – JCI, dan menjadi rumah sakit kanker pertama di China yang berhasil mendapatkan akreditasi JCI ke-lima

  • Modern Cancer Hospital Guangzhou tidak hanya memiliki peralatan medis bertaraf internasional, tetapi juga memiliki 12 teknologi canggih internasional yang bersifat minimal invasif, seperti : terapi Penanaman Biji Partikel, terapi Intervensi, Cryosurgery, terapi Imunisasi Biologi dan lain-lain, serta berhasil mendapatkan banyak dukungan dan kepercayaan dari pasien kanker.

  • Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki tim MDT yang terdiri dari departemen onkologi, bedah onkologi, pengobatan tradisional China, patologi, radiologi, ahli anestesi dan perawat profesional lainnya. Para ahli berdiskusi bersama, membuat diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang bersifat ‘bertarget’, menentukan metode pengobatan yang paling efektif, paling cocok dan ekonomis untuk pasien, sehingga pasien dapat merasakan hasil yang efektif.

  • Menurut standar JCI, Modern Cancer Hospital Guangzhou mengikuti semua prinsip pelayanan "Pasien yang Utama", memberikan layanan medis berkualitas tinggi yang paling nyaman, mendalam dan aman kepada pasien. Selain itu, dalam rangka membantu pasien membangun sikap optimis, rumah sakit juga mengadakan berbagai kegiatan perawatan kemanusiaan, seperti : Seminar kesehatan, wisata, menonton film dan lain-lain, sehingga dapat membangun kepercayaan diri pasien untuk mengatasi kanker.

  • Modern Cancer Hospital Guangzhou terletak di lokasi dengan pemadangan yang indah dan udara yang alami – di kaki Gunung Baiyun, lingkungan rumah sakit yang hangat dan nyaman. Rumah sakit tidak hanya menyediakan kamar yang nyaman untuk pasien, fasilitas pendukung yang lengkap, ada AC, kamar mandi, tv kabel, jaringan komputer dan lainnya, tetapi juga menyediakan tempat tidur untuk keluarga yang mendampingi. Restoran khusus pasien, yang menyediakan makanan dengan kandungan gizi seimbang. Selain itu, rumah sakit juga memiliki taman kecil, coffee bar dan tempat beraktivitas lainnya, agar pasien juga dapat berolahraga dan menenangkan suasana hatinya.

Kisah pasien

-Harapan baru pasien kanker lambung
  • Saya Pilih Teknologi Minimal Invasif Untuk Atasi Kanker Paru Stadium 4 Metastase Otak

    Toh Bee Guet adalah seorang pasien kanker paru stadium 4 asal Malaysia. Pada November 2017, ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani pengobatan minimal invasif. Setelah menjalani Intervensi dan kemoterapi, dalam waktu[Baca selengkapnya]

  • Limfoma Stadium III : Intervensi Berikan Saya Harapan Baru

    Pada tahun 2011, pasien dari Indonesia, Tjong Men Tjong merasakan dirinya demam, mual, kelenjar getah bening di leher dan selangkangan bengkak. Tahun 2014, Ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou berobat, setelah dilakukan pengobata[Baca selengkapnya]

  • Teknologi Minimal Invasif Menyelamatkan Pasien Kanker Pankreas Asal Vietnam

    Nguyen Thinh adalah seorang berusia 83 tahun asal Vietnam. Pada Februari 2017, ia terdiagnosa kanker pankreas, setelah ia dan keluarga menolak saran dokter di Jepang dan Vietnam untuk menjalani operasi atau kemoradioterapi, ia pun berangkat ke St. Sta[Baca selengkapnya]

  • Karena Percaya, Saya Memilih Tempat Ini

    Vuong The Hung adalah seorang pasien kanker kulit asal Vietnam, setelah menjalani pemeriksaan biopsi tumor di wajah pada bulan Oktober 2017, ia didiagnosa terkena kanker kulit dan disarankan untuk menjalani operasi. Vuong The Hung menolak dan akhirnya[Baca selengkapnya]