Minimal Invasif Mengobati Kanker Lidah, Tanpa Pemotongan, Menjaga Keutuhan Lidah

Kanker Lidah, Pengobatan Kanker Lidah, Intervensi, Terapi Natural, Minimal Invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital GuangzhouTerapi Minimal Invasif

  Setelah melakukan pemeriksaan benjolan pada lidah menyatakan terdiagnosa kanker lidah, 3 bulan kemudian permukaan lidah Lu Yudong hampir terbuka setengah membentuk garis horizontal. Dokter setempat menyarankan memotong lidah setengah bagian, tetapi jika lidah hanya tinggal setengah maka bagaimana bisa berbicara dan makan? Pertama-tama Tim MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memberi pengobatan radikal pada kanker lidah, kemudian dikombinasikan dengan pengobatan Minimal Invasif, sehingga pasien tidak hanya dapat menjaga keutuhan lidahnya tetapi juga dapat menghilangkan tumor secara tuntas. Saat ini , fungsi lidah pasien hampir kembali sempurna.

  Terdiagnosa Kanker Lidah Stadium III

  Agustus 2015,di atas lidah Lu Yudong tumbuh sebuah benjolan dan permukaannya bernanah. Ia pun melakukan biopsi di rumah sakit setempat, hasil biopsi menyatakan semua normal. Tetapi pada bulan Desember, lidah Lu Yudong kembali kesakitan hingga mempengaruhi ia makan. Menyadari kondisinya tergolong parah, ia pun melakukan pemeriksaan medis kembali. Tetapi kali ini hasil biopsi menunjukan diagnosis kanker lidah stadium III. Karena berdekatan dengan tahun baru imlek, Lu Yudong tidak langsung melakukan pengobatan melainkan mengabaikan kondisinya, tetapi hal ini tidak berlangsung lama. Kondisi lidah Lu Yudong mulai bernanah, muncul luka dan rasa sakit yang semakin dasyat. Berat badannya pun menurun, kualitas tidur, bicara, makan dan hal-hal lainnya ikut terpengaruh.

  Maret 2016, tumornya semakin besar dan ia pun menjalankan Kemoradioterapi di Malaysia. Kemoradioterapi adalah pengobatan keseluruhan tubuh, membunuh sel kanker namun secara bersamaan juga membunuh sel-sel normal lainnya, efek samping pada tubuh sangat besar. Pada masa Kemoradioterapi, Lu Yudong tidak hanya mengalami kerontokan rambut, tetapi indra perasa nya juga hilang. Walaupun tumor mengecil, tetapi dokter setempat menyarankannya jika ingin mendapat hasil pengobatan yang lebih baik maka sebaiknya melakukan Operasi untuk memotong tumor tersebut. Hai ini menyatakan bahwa lidah nya juga akan ikut terpotong setengah bagian. Karena khawatir berbicara dan makan nya akan terpengaruh, Lu Yudong pun menolak saran dokter.

Kanker Lidah, Pengobatan Kanker Lidah, Intervensi, Terapi Natural, Minimal Invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital GuangzhouPerbandingan sesudah dan sebelum pengobatan

  Pengobatan Minimal Invasif Berhasil Mengangkat Tumor

  Juli 2016, Lu Yudong datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah melalui pemeriksaan darah, CT Scan , dan serangkaian pemeriksaan lainnya, Tim MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memutuskan untuk menerapkan pengobatan radikal kanker lidah, kemudian kombinasi Intervensi dan Terapi Natural.

  Intervensi adalah salah satu metode pengobatan Minimal Invasif Bertarget yang paling sering dijumpai. Dalam proses Intervensi , dokter menggunakan panduan alat pencitraan untuk menentukan letak tumor, kemudian langsung menginjeksikan obat kemoterapi ke pusat tumor. Konsentrasi obat kemoterapi di pusat tumor akan menjadi lebih tinggi 8 kali lipat dibandingkan dengan melalui pembuluh darah intravena, hasil pengobatannya pun meningkat 8 kali lipat serta efek samping terhadap tubuh juga minim. Selain itu, karena Intervensi merupakan teknologi bersifat Minimal Invasif, pembedahan hanya 1-2 mm saja, dibawah panduan CT Scan melangsungkan pengobatan, memiliki keunggulan yakni tanpa operasi, minim luka, pemulihan cepat dan hasil yang efektif.

  Setelah menjalani pengobatan Intervensi pertama, kondisi lidah Lu Yudong tampak membaik, hal ini terbukti saat lidahnya tidak lagi kebas dan sudah tidak bengkak. Namun dr. Huying menambahkan bahwa setelah saat itu Lu Yudong justru terinfeksi oleh bakteremia, demam hingga 15 hari, penyebab tidak jelas. Kemudian setelah tes darah di RS kami barulah diketahui penyebabnya adalah venous port yang dulu dipasang di RS lain. Setelah dicabut, gejala demam pun berangsur menghilang.

  Saat ini setelah menjalankan 2 kali Intervensi dan 2 kali Terapi Natural, kondisi lidah Lu Yudong tidak bernanah lagi dan bengkaknya pun sudah menghilang, berbicara, makan dan aktivitas lainnya pun pulih kembali. Lu Yudong adalah seorang pecinta kuliner, selanjutnya ia bisa bebas mencicipi berbagai makanan lezat.

  Pengetahuan Pengobatan Kanker Lidah:

  Kanker lidah dibagi menjadi 2 bagian yaitu kanker tubuh lidah ( 2/3 lidah depan) dan kanker akar lidah ( 1/3 lidah belakang). Tumor mayoritas tumbuh pada lidah yaitu pada bagian ujung lidah, punggung lidah, perut lidah , dll. Gejala klinis yang sering dijumpai yaitu berupa ulserasi atau infiltrasi, pertumbuhan yang cepat, sakit dan infiltrasi dan kuat.

  Pengobatan kanker lidah beragam, kanker 2/3 lidah depan dengan Operasi sebagai pengobatan kombinasi utama. Bagi kanker lidah stadium awal T1~T2, pengobatan Kemoradioterapi lebih membuahkan hasil yang efektif. Bagi pasien kanker lidah stadium menengah atau bagi pasien yang tidak bisa menjalankan operasi, maka dapat memilih pengobatan Intervensi, Cryosurgery, Terapi Natural, dan pengobatan Minimal Invasif Kombinasi Timur dan Barat Lainnya.


Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.

Teknologi & Fasilitas
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Medan
Menara Citicon, Lt 11 Blok C, Jl. Letjen S.Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410
Jl. Raya Dinoyo no 21A, Kel. Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya 60265
Kompleks Multatuli Indah, Jalan H.Misbah Blok CC-21,Medan 20151.
  • 081297897859
  • 085211194878
  • 081286165200
  • 087854162688
  1. 7D4CC79A
  2. 7D692959
  3. D8BE569A
  4. D7EEECO2